Harga Fantastis Arun Rupesh Maini Untuk sebuah Liputan, Rp 5,2 Milyar.
Membaca berita tentang Maini yang gagal mendapatkan proyek senilai Rp 5,2 Milyar di media kompas.com beberapa tahun lalu, akibat sistem akuntansi negara Amerika Serikat, membuat saya memikirkan satu hal, betapa mahalnya skill dan popularitas ketika sudah digabungkan, nilai proyek Maini sepeti langit dan bumi jika dibandingkan dengan proyek video promosi yang "dipasalkan" kepada Amsal Sitepu di Kabupaten Karo.
Keberutuntungan mungkin sedang berpihak kepada Maini, seandainya proyek 300.000 dollar AS berhasil dia peroleh, dan hal itu lolos dari sistem akuntansi negara AS, dia mungkin akan dikejar juga oleh Hansip Amerika, dengan tuduhan tidak menggunakan visa kerja sebagaimana mestinya.
Tragedi keimigrasian yang dialami Maini mendapat banyak simpati dari netizen di seluruh dunia, tapi saya tidak begitu bersimpati, sebab sekalipun dia tidak mendapatkan proyek itu, Maini tetap akan dikenal sebagai Youtuber dengan popularitas dan skill yang mumpuni dan bernilai tinggi bagi siapapun yang ingin bekerjasama dengannya, saya melihat dari "angel" yang berbeda.
Disini di kampung saya ini, meski agak sedikit naif membandingkannya dengan negara Inggris tempat dimana Maini berasal, sklill sekelas "dewa" pun dalam bidang konten kreator, harganya tidak lebih dari gaji UMR, efek dari begitu rendahnya pemahaman dibidang teknologi, dan saya pribadi juga pernah mengalaminya, mereka tidak paham bagaimana teknologi bekerja, dalam satu kali produksi konten itu berapa banyak item yang terlibat, mulai dari proses penyusunan script, pengambilan gambar, proses pengolahan di "dapur" aplikasi, editing, dan banyak hal lainnya.
Maini beruntung dia berada di lingkungan inggris yang tepat, yang melek teknologi, dan menghargai karya sebagaimana mestinya, sehingga ketika gagal dari satu proyek, dia masih punya peluang besar untuk proyek yang lainnya, tapi di kampung saya ini, sekali kamu dikenal sebagai pematok harga "Mahal" maka dijamin kamu akan sepi permintaan (order).
Oleh karena itu, jika kamu berasal dari kampung yang sama dengan saya, maka jadilah kreator untuk dirimu sendiri, jangan berharap banyak dari proyek swasta apalagi pemerintah, Amsal Sitepu salah satu contoh nyata.

Komentar
Posting Komentar