Summary Indonesia

Memandang Indonesia Dari Sudut Berita

Apakah Facebook Sedang Menjual Pertemananmu ?

[Space Iklan Di Bawah Judul Artikel]
Apakah Facebook Sedang Menjual Pertemananmu ?

 
Saya pengguna facebook semenjak zack meluncurkan mesin uangnya ini pertama kali ke dunia internasional, sekitar tahun 2010 akun pertama saya ada di facebook, saya masih ingat wakt itu saya berselancar mencari teman-teman sekolah saya yang dahulu, mulai dari teman SD sampai teman perkuliahan, walaupun hasilnya tidak terlalu buruk, setidaknya ada beberapa teman lama yang berhasil terhubung dengan saya waktu itu.

Seiring pesatnya perkembangan facebook, saya mulai berselancar mencari teman baru, dengan mempersempit ruang pencarian yakni mengutamakan pengguna yang berasal dari satu provinsi, satu kota yang sama, beberapa berhasil berteman dengan saya, dan meskipun saya tidak mengenal fisiknya secara langsung, tetapi komunikasi saya dengan mereka di jejaring sosial ini "terasa agak tulus".

Akibat bug dan berbagai kendala teknis lainnya, beberapa kali akun saya di facebook rusak, hilang, bahkan dicuri orang, namun itu tidak membuat saya berhenti menjadi pengguna media sosial ini, meski dengan resiko saya kembali mencari teman-teman saya yang hilang, jejaring sosial ini begitu "In" rasanya sehingga membuat saya melupakan "Friendster" yang mana waktu itu dia adalah akun media sosial pertama saya.

Saya menyadari seutuhnya kehadiran saya sebagai "User" di jejaring sosial facebook gratis sepenuhnya, dan saya harus membayarnya dengan menghabiskan banyak waktu disana, karena terlena dengan emosi pertemanan model baru yang sedang trending itu, dan tentu saja sesekali saya melihat dan mengklik beberapa iklan facebook yang memanjakan mata, dan pada akhirnya saya menyadari sekali lagi, bahwa saya juga menjadi objek iklan yang ditawarkan facebook kepada para penyewa space iklannya.

Tidak menjadi sesuatu yang menakutkan waktu itu, sebab pepatah "Tidak ada makan siang gratis" juga berlaku di dunia database, dan facebook membutuhkan finansial yang kuat untuk memperluas jaringannya dan mengembangkan algoritmanya. Jadi kalau boleh disingkat waktu itu hubungan simbiosis yang terjadi adalah ; saya (user) - facebook - pengiklan - saya (user), dan terbukti saham facebook dari tahun ke tahun selalu meroket, dan Zack mulai mengakuisisi mesin sosial yang lain, dan sejauh itu saya masih nyaman-nyaman saja dengan semua itu.

Teknologi berkembang sangat cepat, jika sebelumnya Google adalah satu-satunya sahabat utama konten kerator dalam menghasilikan uang, sekarang beberapa jejaring sosial juga mulai membuka tangan bagi usernya untuk mendapatkan uang, meskipun persyaratan yang ditetapkan sama saja "Kejamnya" dengan cara google dalam mengelola usernya, tapi setidaknya google sekarang mendapat saingan dalam hal pasar iklan ini, dan facebook merupakan salah satu jejaring sosial yang juga mulai membuka pintu bagi pasar iklan yang semakin bersaing itu, dan kamu yang sedang membaca artikel ini jangan pura-pura tidak tahu soal itu.

Langkah facebook membuka "kran" dollar bagi usernya ini menurut saya sangat berani dan sangat masuk akal, hal itu diperkuat dengan semakin "Kejamnya" Google menerapkan persyaratan bagi penggunanya jika ingin menjadi "pemulung" di jaringan raksasa periklanan mereka, dan sekaligus facebook menjadi tempat "pelarian" bagi para "pemulung dollar di" google adsense tadi, sekarang lengkap sudah portofilio facebook, sebagai jejaring media sosial dan sekaligus juga ladang penghasilan bagi usernya.

Lalu sekarang pertanyaannya, kepada siapa facebook ingin memberikan dollarnya ? Jika dilihat dari tujuannya facebook memberi kesempatan kepada usernya yang mau bermigrasi ke mode profesional, atau dalam bahasa kerennya "FB-Pro", akibat terbukanya "Pintu" monetasi yang masif ini, saya mulai melihat berbagai keanehan di halaman beranda facebook, materi konten yang menurut saya sudah tidak sehat lagi untuk dikonsumsi oleh pengguna yang lain, seperti adanya konten editing foto yang sangat vulgar, adanya adegan video yang memicu hormon testosteron, kekerasan fisik dan berbagai macam lainnya.

Sebelum itu semua terjadi, interaksi sosial dengan pengguna yang lain masih terasa "agak tulus", mereka masih bertegur sapa dan saling bertanya tentang berbagai hal yang terjadi di belahan bumi lainnya, dan itu semua tidak lagi saya dapatkan di facebook dengan mode profesional saat ini, pertemanan saya di facebook meningkat berpuluh kali lipat, bermacam orang yang meminta pertemanan, dan massenger facebook bukan lagi tempat bertegur sapa yang ramah, isinya mailing list sampah yang disebar secara masif oleh pertemanan fiktif ini, dan itu sangat tidak nyaman sekali.

Beberapa dari mereka yang saya setujui permintaan pertemanan dengan saya, menulis kalimat aneh di postingan saya, "Salam SKSD", nah aneh kan. Mereka berkomentar, memposting sesuatu atau mengirimkan video pendek, bukan lagi atas dasar rasa sosial, tetapi lebih kepada "memenuhi syarat" agar angka-angka di dashboard mode profesional tetap hijau dengan panah menanjak naik, dan saya melihat ini merupakan suatu kemunduran dari facebook, saya paham sebuah industri server itu butuh nafas keuangan yang panjang, tetapi ini barangkali sudah melampaui dari apa yang menjadi tujuan sesorang menggunakan facebook, dimana secara naluri kemanusiaannya membutuhkan interaksi sosial yang sehat antara sesama pengguna (user) facebook.

Kampanye periklanan di facebook memang sesuatu yang sangat menjanjikan, iklan kamu bisa hadir di mata yang tepat dan menjangkau mereka yang membutuhkannya dengan cara yang akurat, tetapi disisi lain media ini juga menjadi propanganda masif yang lebih cenderung memuakkan, yang bisa dimanfaatkan ole berbagai kelompok guna mencapai tujuannya.

Jadi pemirsa bijaksanalah dalam bermedia sosial, monetasi yang anda kejar tidak seharusnya menanggalkan adat ketimuran kita punya, sampai jumpa di pembahasan berikutnya, salam.

Pembuat dan kontributor aktif situs berita terpercaya Summary Indonesia. Menulis analisis tajam seputar strategi finansial dan investasi digital.

komentar

Terlama
◎ Silakan memberikan kritik dan saran. Boleh sambil ngelink.
avatar Masukkan Komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar